12 July 2010

BIBIR TERSENYUM HATI MENANGIS



BIBIR TERSENYUM HATI MENANGIS
Muhammad Muhyiddin
Global Aksara
RM 18.00


"Bibir Tersenyum, Hati Menangis"?melukiskan gejala umum kejiwaan, psikologi dan nurani kita yang "terbiasa untuk menipu diri sendiri". Kita terbiasa untuk bersikap ramah, sedangkan hati kita demikian sulit untuk beramah-tamah dengannya; kita terbiasa untuk tersenyum bahagia, sedangkan hati tengah menangis pilu karena duka dan derita; kita terbiasa untuk bersikap hormat pada orang yang menurut hati kita sungguh tidak patut dihormati. Kita terbiasa untuk mengerjakan sesuatu yang hati kita justru menolaknya. Kita sangat terbiasa untuk berbuat sesuatu yang menurut hati ini bertentangan dengan agama, akal sehat dan nurani, sehingga hati kita menjerit sendiri. Kita terbiasa hidup dalam kepura-puraan. Kita sungguh sangat terbiasa mengorbankan integritas jati diri kita. Ya, kita sangat suka mengenakan topeng...

"Bibir Tersenyum, Hati Menangis"?adalah fenomena global dan faktual di sekitar kita, atau jangan-jangan termasuk Anda juga, yang menyebabkan kepribadian kita terbelah, ambivalen, munafik!

Astaghfirullah?!

Mengapa Anda menjadi cenderung munafik, berkepribadian ganda, berjiwa ambilavalen, bacalah manajemen psikologi berbasis nalar Islam ini. Insya Allah, sangat berguna...!

No comments:

There was an error in this gadget
Related Posts with Thumbnails