04 November 2009

LORONG KEMATIAN


LORONG KEMATIAN (teks dalam versi Indonesia)
Geidurrahman el-Mishry
Telaga Biru
RM 23.00


Mereka hanya inginkan perapian cinta yang meluruhkan jiwa dan memusnahkan gejolak nafsu. Kini Farisi telah bergabung dalam barisan untuk melingkar para sufi itu. Awalnya dia ikut berkeliling melingkar, tapi kemudian ia memberanikan diri untuk maju ke tengah lingkaran.

Berdiri di tengah kerumunan para sufi itu. “Saudara-saudara! Nasib kita sama. Di syurga ini, kita terperangkap!“ Teriaknya memancing perhatian mereka.
“Benar! Kita sedang terperangkap!“ Sahut seorang sufi. “Lalu, kita mau apa? Ini sudah suratan takdir!“ “Kita tak boleh menyerah! Mari kita tuntut hak kita! Tak ada kebahagiaan di syurga ini. Tak ada keceriaan, hanya kegelisahan!“
“Ya, betul! Kita harus meminta semesta yang lain, bukan seperti syurga ini!

Geidurrahman el-Mishry, merupakan penulis novel Bait-Bait Cinta dan Langit Mekah Berkabut Merah.

" Ya ALLAH, jika aku menyembah-MU kerna takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-MU kerna mengharap Surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi jika aku menyembah-MU demi ENGKAU semata, janganlah ENGKAU enggan memperlihatkan keindahan wajah-MU, yang abadi padaku."

No comments:

There was an error in this gadget
Related Posts with Thumbnails