05 June 2012

AL-MILAL WA AL-NIHAL



AL-MILAL WA AL-NIHAL
(Aliran-Aliran Teologi Dalam Sejarah Umat Manusia)/Edisi Lengkap
Imam asy-Syahrastani : Sejarawan, Tokoh Perbandingan Agama dan Ulama Besar Abad VI H
Penerjemah : Prof Asywadie Syukur, LC
Pt. Bina Ilmu
RM70.00 , 500 hal/ Kulit Tebal


Buku al-Milal wa al-Nihal (Aliran-Aliran Teologi Dalam Sejarah Umat Manusia) karya Muhammad bin Abd. Karim al-Syahrastani (474-548H/1076-1153M) banyak merakam sejarah panjang pemikiran para ahli filosof, teologi, dan ahli hikmah termasyhur dari pelbagai penjuru dunia, yang membentang luas sejak ribuan tahun silam, mulai dari para pemikir pra-Sokrates (mis. Thales, Phitagoras), Plato, Aristotles, Porphyry, sehinggalah kepada Ibnu Sina dan al-Farabi; dari tradisi pemikiran kuno seperti al-Sabiah, al-Hanifiah, dan Stoic sehinggalah kepada aliran (Sekte) Tanasukh (Reinkarnasi), dan al-Kabiliyah (Pemuja Spiritualisme).

Buku ini memberi wawasan luas kepada para pembaca tentang proses dialektika pemikiran dari manusia-manusia pemikir yang tidak kenal lelah dalam pencarian soal kebenaran dan hakikat kehidupan, tentang tema-tema besar kemanusian, ruh, emosi, akal, libido, ego, malaikat, nabi, dan Tuhan, yang menjadi kajian ilmu-ilmu agama (teologi), filsafat, psikologi dan spiritual. Tidak dapat disangkal bahawa banyak tema-tema yang dibahaskan di dalam buku ini menjadi dasar pijakan berfikir para manusia moden sekarang ini. Tidak menghairankan jika isu-isu moden sekarang seperti HAM, anti-kekerasan, dan gerakan spiritualisme adalah kelanjutan dari idea-idea besar dari para pemikir masa lalu.

Yang mengkagumkan dari al-Syahrastani adalah kebijakan (kegeniusan) beliau dalam mencerna argumentasi-argumentasi ahli falsafah dan ahli teologi yang kompleks dan rumit ke dalam bahasa yang sederhana dan kuat. Yang menarik juga adalah bahawa pemaparan sejarah pemikiran umat manusia ini selalu dikaitkan dengan teks-teks al-Qur’an. Al-Syahrastani menggariskan kecemerlangan idea-idea filosofis dan hikmah-hikmah kehidupan serta melakukan kritikan secara logik yang dianggap menyimpang (dari akidah Islam) dengan mengutip dan mendasarkan diri dengan ayat-ayat al-Qur’an berkenaan tema-tema yang berkaitan.

Buku ini telah terbukti sebagai karya klasik nan 'abadi' yang menawarkan kearifan dan pencerahan bagi para pembacanya. Ditambah dengan proses penerjemahannya secara utuh dari sumber aslinya yang berbahasa Arab, maka buku ini menjadi sangat layak dibaca bagi khalayak luas.

No comments:

There was an error in this gadget
Related Posts with Thumbnails