02 October 2010

BUMI CINTA



BUMI CINTA
Sebuah Novel Pembangun Jiwa
Habiburahman EL Shirazy
ar-RISALAH
RM25.90


Apa yang akan berlaku, jika seorang graduan lulusan agama, bernama Muhammad Ayyas, hidup di negera yang amat menjunjung tinggi seks bebas dan pornografi, iaitu Russia? Adakah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi gadis-gadis muda Moskow, yang kecantikan mereka tiada taranya?

Ayyas sudah memejamkan kedua matanya. Dia ingin segera lelap. Tetapi bayangan Yelena dengan segala keindahan tubuhnya, yang baru saja dilihatnya meskipun sekejap, seolah-olah hadir di pelupuk matanya. Bayangan wajah cantik Anastasia Palazzo juga menari-nari di pelupuk matanya. Darah mudanya semakin hangat. Ayyas berusaha menepis bayangan itu tetapi tidak mudah. Bayangan itu seperti telah tersimpan dan menempel erat di salah satu sudut hatinya. Seperti virus di komputer yang tidak mudah dihilangkan. Ayyas merasa ujian keimanan ini terasa lebih berat daripada musim dingin yang paling menggigit sekalipun.

Rasa dingin yang menggigit itu terasa hilang begitu saja ketika dia masuk ke kamarnya yang hangat oleh pemanas. Tetapi virus moleknya Yelena dan cantiknya Anastasia tidak mudah dihilangkan. Meskipun dia sudah solat dan membaca Al-Quran, virus itu tidak juga dapat dihapuskan dengan sempurna, masih tersisa, hanya mampu dijinakkan. Ayyas membaca istighfar berulang kali. Lebih dari tujuh puluh kali. Dalam istighfarnya dia teringat pesan Kiai Luqman Hakim, saat mengaji di Pesantren Kajoran Magelang dulu,

Ingatlah nak, kecantikan wanita itu yang menjadi sebab para penuntut dan satria agung gagal dalam pertapaannya!

Ayyas terus berzikir dan beristighfar sampai tertidur. Dalam tidurnya yang pulas, Ayyas bermimpi ada dua ekor ular masuk ke dalam kamarnya dan memburunya.

No comments:

Related Posts with Thumbnails